Accounting and Finance Tool.

Kalkulator, rumus, dan panduan akuntansi finance per industri, dalam bahasa Indonesia.

Panduan Industri / Perhotelan

Akuntansi perhotelan: dari folio tamu sampai GOP

Hotel menjual produk yang kedaluwarsa tiap malam: kamar yang tidak terjual hari ini tidak bisa dijual besok. Akuntansinya dibangun di sekitar fakta itu, dengan standar struktur laporan bernama USALI dan ritual tutup hari bernama night audit.

1. Pengakuan pendapatan

Pendapatan kamar diakui sepanjang waktu, per malam tamu menginap, bukan saat reservasi dibayar. Uang muka reservasi, deposit, dan voucher yang belum dipakai dicatat sebagai liabilitas (pendapatan diterima di muka). Pendapatan paket (kamar + sarapan + spa) dialokasikan ke departemen berdasarkan harga jual relatifnya, mengikuti logika alokasi IFRS 15. Biaya no-show dan pembatalan diakui saat hak atasnya timbul. Untuk penjualan lewat OTA, penentuan hotel sebagai principal atau agent menentukan pendapatan dicatat bruto dengan komisi sebagai biaya distribusi, atau neto.

Contoh jurnal untuk satu malam menginap yang dibayar di muka:

Debit

Pendapatan Diterima di Muka (liabilitas) Rp700.000

saat tamu check-in dan malam pertama berjalan

Kredit

Pendapatan Kamar Rp700.000

Sebelumnya, saat uang diterima: Debit Kas / Piutang OTA, Kredit Pendapatan Diterima di Muka.

Contoh jurnal biaya poin loyalty menurut USALI edisi ke-12: biaya program loyalty diakui saat poin diperoleh tamu (earned), bukan saat poin ditukar, dan sebagian harga transaksi dialokasikan sebagai liabilitas poin sampai poin dipakai atau kedaluwarsa.

2. Struktur biaya

USALI menyusun laporan per departemen: Rooms, Food and Beverage, Other Operated, dan Minor Operated menghasilkan pendapatan departemental, lalu dikurangi biaya tidak terdistribusi: Administration and General, Sales and Marketing, Information Technology, Maintenance, dan jadwal Energy, Water, and Waste (EWW, menggantikan Utilities). Hasil akhirnya adalah Gross Operating Profit (GOP).

3. KPI utama, rumus dan contoh hitung

KPIRumusContoh
OccupancyKamar Terjual / Kamar Tersedia2.100 / 3.000 = 70%
ADRPendapatan Kamar / Kamar TerjualRp1,47 M / 2.100 = Rp700.000
RevPARPendapatan Kamar / Kamar Tersedia, atau ADR x OccupancyRp490.000
TRevPARTotal Pendapatan / Kamar TersediaRp2,1 M / 3.000 = Rp700.000
GOPPARGOP / Kamar Tersedia(Rp2,1 M - Rp1,26 M) / 3.000 = Rp280.000
CPORBiaya Divisi Kamar / Kamar TerjualRp315 jt / 2.100 = Rp150.000
RevPASHPendapatan F&B / (Kursi x Jam Buka)Rp45 jt / (120 x 30) = Rp12.500

Cara membacanya: RevPAR yang naik belum tentu laba naik. Bila CPOR dan biaya distribusi ikut naik, GOPPAR bisa diam di tempat. Karena itu RevPAR selalu dibaca berpasangan dengan GOPPAR, dan indeks pasar (MPI, ARI, RGI terhadap competitive set, nilai 100 berarti fair share) dibaca sebagai posisi relatif, bukan prestasi absolut.

Hitung dengan angkamu: kalkulator KPI hotel dan kalkulator RevPASH.

4. Persediaan dan aset khas

Persediaan hotel kecil nilainya dibanding industrinya (bahan F&B, amenities, supplies), tetapi aset tetapnya besar: gedung, dan FF&E yang aus mengikuti okupansi. Renovasi besar dikapitalisasi sebagai aset dan disusutkan terpisah, sedangkan perbaikan rutin dibebankan. Kepemilikan gedung lazimnya di owner dan operasi di operator, sehingga laporan USALI berhenti di GOP dan tidak memuat depresiasi gedung serta sewa tanah di bawah garis itu. Jadwal EWW edisi ke-12 menambahkan ukuran fisik yang bisa diaudit: biaya energi per kWh, air per meter kubik, dan sampah per kilogram, per kamar terjual maupun tersedia.

5. Risiko khas dan regulasi Indonesia

6. Standar yang mengatur

7. Alur kerja finance khas: PMS, night audit, buku besar

  1. Sepanjang hari: PMS mencatat reservasi, check-in, posting tarif kamar dan pajak, serta tagihan departemen ke folio tamu. POS mencatat penjualan F&B. PMS adalah subledger operasional, bukan buku besar.
  2. Night audit: auditor malam memposting tarif dan pajak yang belum terposting, merekonsiliasi total departemen PMS terhadap POS dan pembayaran, memeriksa city ledger dan house account, memastikan folio seimbang debit dan kredit, lalu menggulir tanggal bisnis (roll date).
  3. Ke buku besar: hasil night audit menjadi jurnal harian ke general ledger: pendapatan per departemen, pajak, piutang OTA dan kartu, serta kas.
  4. Sumber selisih yang paling sering: penyesuaian manual, late charge yang masuk setelah audit berjalan, dan kamar complimentary atau house use yang tidak dikodekan. Tiga hal ini yang pertama diperiksa saat PMS dan GL tidak sama.

Laporan riset perhotelan Accounting and Finance Tool memetakan alur ini lebih jauh ke kategori produknya: PMS, akuntansi hotel khusus seperti M3 dan Aptech PVNG, budgeting, dan business intelligence, dengan arsitektur PMS ke POS ke channel manager ke pembayaran ke night audit ke akuntansi.

Kalkulator terkait

Sumber halaman ini: riset cabang B Accounting and Finance Tool (bahan Withum tentang USALI 12, FAQ USALI HFTP, Roommaster tentang profitabilitas hotel), laporan riset perhotelan Accounting and Finance Tool Oktober 2026, dan sintesis riset akuntansi finance lintas industri. Angka komisi OTA dan konteks pasar adalah konteks dari sumber, bukan standar. Status: bahan belajar, cek teks USALI dan standar resmi untuk penerapan.