Accounting and Finance Tool.

Kalkulator, rumus, dan panduan akuntansi finance per industri, dalam bahasa Indonesia.

Tiga jalur belajar, pilih sesuai pekerjaanmu

Setiap jalur adalah urutan halaman yang sudah ada di situs ini, dari yang paling dasar ke yang paling khusus. Kerjakan kalkulator di tiap langkah dengan angka usahamu sendiri, karena membaca rumus tanpa menghitung jarang menempel.

Jalur 1: Pemilik usaha

Tujuan jalur ini: bisa membaca laporan sendiri dan tahu angka mana yang perlu ditindak, tanpa harus menjadi akuntan.

  1. Break-even dulu. Hitung titik impas usahamu di kalkulator break-even. Satu angka ini menentukan berapa penjualan minimum yang harus dicapai tiap periode.
  2. Kas, bukan hanya laba. Jalankan proyeksi arus kas 13 minggu dan siklus konversi kas. Di sinilah jawaban kenapa laba ada tetapi kas kosong.
  3. Rasio dan DuPont. Pakai laporan terakhir di kalkulator rasio, lalu urai ROE-mu: datang dari margin, perputaran, atau utang.
  4. Keputusan investasi. Uji rencana beli aset atau buka cabang di kalkulator NPV dan IRR, dengan diskonto dari kalkulator WACC.
  5. Kerangka laporanmu. Baca SAK EMKM bila usahamu masih mikro atau kecil, atau SAK EP bila laporanmu sudah dipakai bank dan investor.

Jalur 2: Staf accounting dan finance

Tujuan jalur ini: menguasai standar yang mengatur pekerjaan harian dan bisa mempertanggungjawabkan angka yang dihasilkan.

  1. Pendapatan. Kuasai model 5 langkah di IFRS 15, karena standar ini menyentuh hampir semua industri, termasuk soal principal vs agent dan deferred revenue.
  2. Persediaan. Baca IAS 2, lalu uji pemakaian bahan F&B lewat kalkulator food cost.
  3. Sewa dan instrumen keuangan. Lanjutkan ke IFRS 16 dan IFRS 9, dua standar yang paling menggeser laporan sejak adopsi IFRS di Indonesia.
  4. Aset tetap. Latih dua metode hitung di kalkulator depresiasi dan perhatikan beda komersial vs fiskal.
  5. Analisis. Tutup dengan rasio dan DuPont plus modal kerja, dua alat analisis yang diminta di hampir semua peran finance.

Jalur 3: Perhotelan

Tujuan jalur ini: mengikuti alur keuangan hotel persis seperti urutan di halaman kalkulator, dari pencatatan jurnal sampai membaca hasil. Lima tahap, jangan dilompati, karena angka di tahap akhir hanya benar kalau pencatatan di tahap awal benar.

  1. Tahap 1: Pencatatan. Baca pengakuan pendapatan di Panduan Perhotelan, lalu lihat contoh jurnalnya di Tahap 1 halaman kalkulator. Kuncinya: deposit tamu adalah uang muka, dan pendapatan kamar diakui saat night audit, bukan saat uang diterima. Praktikkan langsung pencatatannya di aplikasi: masuk ke aplikasi, lalu catat jurnalnya di dasbor.
  2. Tahap 2: Dari jurnal ke laporan. Lanjutkan ke Tahap 2 untuk melihat bagaimana jurnal diposting ke buku besar, diringkas di neraca saldo, dan disusun menjadi laporan laba rugi format USALI. Struktur biaya departementalnya dibaca di Panduan Perhotelan.
  3. Tahap 3: Indikator operasional. Masuk ke Tahap 3 dan kerjakan kalkulator KPI hotel: Occupancy, ADR, RevPAR, GOPPAR, dan CPOR sebagai satu rangkaian, lalu RevPASH dan food cost untuk outlet F&B.
  4. Tahap 4: Analisis keuangan. Di Tahap 4, uji target operasi dengan kalkulator break-even dan ketahanan kas dengan proyeksi arus kas 13 minggu, sebelum menyentuh keputusan investasi.
  5. Tahap 5: Interpretasi hasil. Tutup di Tahap 5: baca semua hasilmu dalam tiga lapis, observasi, inferensi bersyarat, dan yang belum diketahui, sebelum mengambil keputusan. Di sinilah angka berubah menjadi tindakan yang hati-hati.

19 industri lain dari peta riset masuk rencana fase berikutnya, satu per satu dengan kedalaman yang sama.